Skip to main content

Suatu Pagi Yang Kejam

Ilustrasi/Net

Terbangun di pagi yang dingin,
Tanpa membawa mimpi malam itu,
Udara dingin melembab di sekujur tubuhku,
Menampar kesadaran nurani dan hati,

Apa gunanya membuka jendela,
Hanya untuk menatap embun yang acuh,
Apa gunanya membuka pintu,
Hanya untuk merasakan kedinginan,

Bahkan matahari enggan muncul,
Seakan tak apa jika diri ini mati membeku,
Dingin, terlalu dingin, 
Menusuk ke setiap sela keinginanku,

Pagi ini telah merenggut harap yang elok,
Memusnahkan senyum yang hangat,
Yang tersisa hanya debu-debu beku,
Bersama rindu yang enggan berlalu.

Comments

Popular posts from this blog

Berikut 4 Jenis Cemburu, Kamu Yang Mana ??

Selamat datang kembali pembaca setia Pencoret Kertas. Kali ini Pencoret Kertas akan membahas tentang sesuatu yang istimewa dan unik, namun tenang saja, kita tidak akan membahas masalah Miyabi yang datang ke Bali, karena meskipun unik dan menarik, hal tersebut tidak lah penting sama sekali. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang pasti pernah terjadi dan dialami oleh setiap umat manusia jaman now, kecuali yang semasa hidup nya tidak pernah pacaran alias Jomblo Mutlak .  Cemburu , yahh, semua orang yang pernah pacaran pasti setidaknya mengalami hal ini satu kali selama menjalani hubungan dengan pasangannya, bahkan mungkin ada yang berkali-kali. Cemburu identik dengan perasaan dongkol yang memberatkan nafas dan menusuk-nusuk relung hati yang paling dalam. Menurut salah satu ahli, L Seno, S.IC (Sarjana Ilmu Cinta) mendefinisikan Cemburu sebagai suatu gejolak setan (dengki, marah, dan ingin balas dendam) yang timbul dari seseorang ketika mengetahui pasangan nya b...

Anjing-anjing Buta

Sumber Foto : Net Sering bertemu banyak anjing, Tapi uniknya, mereka semua buta. Meski buta, anjing-anjing ini beraktivitas seperti biasa, Menggonggong dan menjilat agar dapat makanan. Ada yang dipelihara oleh seorang majikan, Jinak, menjilat jika lapar, menggonggong ketika diperintahkan. Ada juga yang liar, tak dipelihara bukan karena tak jinak, Tapi badannya kotor dan berpenyakitan Tentunya tak dapat diandalkan. Hewan-hewan ini buta, Mereka tak melihat apa-apa kecuali tulang dan majikannya, Duduk tampak bodoh sembari menunggu diperintahkan. Mereka juga tak bisa melihat hewan-hewan lain yang kesulitan, Jika ada ayam mati kelaparan di depannya, mereka hanya mengendus, Jika ada sapi yang terjebak di lubang mereka hanya menggaruk-garuk leher. Memang, sesungguhnya mereka itu buta dan anjing.

Aku, Kau, Kita, Mereka, Kalian dan Binatang

Sumber foto : Net Wahai aku,  Kesusahan dan kerusakan diriku kau acuhkan, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Penuh harta tertanam dalam tubuhku, Namun kau kuras dan sia-siakan sendirian, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Mengapa tubuhmu bukan milikku, tapi mereka, Padahal aku adalah kau, kau adalah aku. Wahai aku,  Mengapa tubuh ini hanya dinikmati oleh kau, Bukan kita, bahkan mereka. Padahal aku dan kau adalah kita, bukan mereka juga kalian. Mengapa demikian wahai aku, Apa karena aku hanya sebagian kecil dari kita, Sehingga aku dan kau terpaut jauh perlakuan dan hajatnya. Padahal kau dan aku adalah kita,  Meski berbeda tetap satu. Wahai aku, Kau terlalu rakus, egois dan sadis. Kau makan tubuh ini sendirian, Kau juga biarkan mereka menjamahnya, Kau jual untuk kepuasan sendiri, Tanpa pernah memikirkan kita. Kata apa yang pantas ku tujukan padamu wahai aku, Bahkan binatang pun tak pernah menggerogoti tubuhnya sendiri, Memperkosa tubuhnya sendiri. Memikirkan kau wahai aku, ...