Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Politik

Aku, Kau, Kita, Mereka, Kalian dan Binatang

Sumber foto : Net Wahai aku,  Kesusahan dan kerusakan diriku kau acuhkan, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Penuh harta tertanam dalam tubuhku, Namun kau kuras dan sia-siakan sendirian, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Mengapa tubuhmu bukan milikku, tapi mereka, Padahal aku adalah kau, kau adalah aku. Wahai aku,  Mengapa tubuh ini hanya dinikmati oleh kau, Bukan kita, bahkan mereka. Padahal aku dan kau adalah kita, bukan mereka juga kalian. Mengapa demikian wahai aku, Apa karena aku hanya sebagian kecil dari kita, Sehingga aku dan kau terpaut jauh perlakuan dan hajatnya. Padahal kau dan aku adalah kita,  Meski berbeda tetap satu. Wahai aku, Kau terlalu rakus, egois dan sadis. Kau makan tubuh ini sendirian, Kau juga biarkan mereka menjamahnya, Kau jual untuk kepuasan sendiri, Tanpa pernah memikirkan kita. Kata apa yang pantas ku tujukan padamu wahai aku, Bahkan binatang pun tak pernah menggerogoti tubuhnya sendiri, Memperkosa tubuhnya sendiri. Memikirkan kau wahai aku, ...

Momentum Pragmatis Menuju Kabinet Pasca Pesta Demokrasi

Sumber : NET Pemungutan suara telah usai, tahapan Pemilu tahun 2019 sedang dalam proses pemuktahiran data suara dan menunggu hasil dari KPU untuk menyatakan secara resmi siapa yang akan menjadi orang nomor satu di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Tentunya momentum ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh setiap partai dari masing-masing kubu apabila jagoan yang diusung menjadi pemenang. Mulai dari kursi menteri, jabatan-jabatan strategis hingga posisi-posisi pelengkap kabinet sekalipun tidak akan luput dari negosiasi dan lobi-lobi politis agar bisa diambil alih. Hal tersebut tentu merupakan hal yang wajar, mengingat selama berbulan-bulan panjang partai pengusung telah berjuang mati-matian agar jagoannya menang. Maka, sesuatu yang lumrah dalam politik apabila partai yang tergabung dalam tim kampanye ini meminta imbalan dan memanfaatkannya menjadi suatu momentum pragmatis. Hanya saja, yang berkemungkinan memanfaatkan momentum Pragmatis ini bukan hanya part...

Skema Gerakan Buzzer, Politik Instan Era Digital

Sumber Foto : Net Perpolitikan di Indonesia secara bertahap telah memasuki era baru. Di zaman yang semakin canggih dan serba digital membuat skema gerakan politik mulai berubah. Kebebasan berpendapat juga kian meningkat, dibandingkan dengan zaman dulu, kritikan hanya bisa dilakukan oleh aktivis-aktivis yang nekat. Hanya saja, perubahan zaman selalu diiringi dengan kelebihan dan kekurangan. Kebebasan berpendapat yang diharapkan mempunyai manfaat yang diikuti dengan solusi, malah kebablasan menjadi ujaran-ujaran non empiris tak ber-etika. Sering kita lihat ujaran-ujaran yang bersifat propaganda dengan konten yang penuh akan unsur fitnah dan kebencian bermunculan. Padahal, sejatinya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermoral, toleran, dan punya sikap tenggang rasa yang tinggi. Media sosial merupakan wadah digital paling vital dan marak ditemukan konten-konten ngaur seperti demikian, apa lagi di tahun politik seperti sekarang ini, banyak akun Buzzer yang menjadi subjek g...

Decitan Suara Hyena Di Musim Yang Panas

Ilustrasi (NET) Hyena adalah predator pemangsa yang licik dan pengecut. Jika merasa terancam, ia akan mengeluarkan suara berdecit yang akan memekakkan hewan lain untuk melindungi dirinya sendiri. Tidak jauh beda dengan decitan-decitan kosong tak berisi, yang sering terucap oleh bibir oknum-oknum politisi untuk menaikkan eksistensi ataupun menyerang lawan politiknya. Terkadang decitan itu digunakan untuk menyerang, tidak jarang juga digunakan untuk berkilah. Unik memang, tapi tidak langka. Oknum-oknum politisi terkadang memang terlihat layaknya hyena yang licik dan pengecut, jika punya luka dan mulai tersudutkan, ia akan berdecit tidak karuan, sambil bersembunyi dibalik semak belukar rekayasa dan pembungkaman. Namun jangan salah, oknum-oknum politisi ini juga predator , sama halnya dengan hyena. Ia siap memangsa rakyat awam dan polos untuk diperas , digrogoti lalu ditelantarkan layaknya bangkai . Oknum-oknum politisi yang seperti ini bisa kita sebut sebagai Politisi Hyen...