Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cinta

Rayuan Seorang Perindu

Bertemu dengan mu menjadikan aku seorang perindu, Realitas waktu tidak lagi berlaku di sekitar kita, Detik-detik, menit-menit, jam-jam, bergulir tak beraturan, Bersama mu adalah keajaiban yang membuat ruang dan waktu menjadi kosong, Anehnya, waktu seolah-olah berhenti, tapi entah mengapa berlalu begitu cepat, Anehnya, kita berada di ruang ramai, tapi entah mengapa terasa hanya berdua, Dua jam berlalu kita duduk bersama, bagi ku terasa seperti dua menit menatap matamu, Dari sekian banyak suara yang berisik, hanya buah bibirmu yang ingin ku dengar, Dari puluhan manusia yang hadir, hanya tangan kecilmu yang berusaha ku genggam, Ketika temu kita telah usai, pisah kita akhirnya dimulai, Ruang dan waktu kembali berulah semena-mena, Waktu terasa lambat berlalu, ruang terasa kosong dan aku rindu padamu.

Puisi Terindah

Sumber foto : NET Engkau, Adalah kata-kataku, Yang selalu terucap di setiap hembus nafasku, Engkau, Adalah bait-baitku, Yang terangkai indah di setiap detikku, Engkau, Adalah syair-syairku, Yang selalu menggoda ku untuk merindu, Engkau, Adalah puisi-puisiku, Yang selalu menjadi warna di setiap detakan jantungku, Engkau, Mengukir kalimat bahagia di secarik kertas kosong, Yang selama ini kotor tertutupi debu, Memang, Tidak ada kata sesering namamu, Tidak ada bait sekaya hatimu, Tidak ada syair sehangat hadirmu, Tidak ada puisi seindah dirimu.

Cinta Pertamaku

Sumber : Net Aku jatuh cinta, Pada suasana hangat, Berlumuran tawa ceria, Aku jatuh cinta, Pada elok santun kita, Ketika bersama menggenggam ilmu, Aku jatuh cinta, Pada jatuh bangun kita, Saat bersimbah darah bercucur keringat, Engkau jalanku, Menempuh tujuan, Menggapai angan, Engkau rumahku, Tempat mengasah akal, Merakit mental, Engkau bajuku, Citra diriku, Wujud dan rupaku, Engkau cinta pertamaku, Perisai biru kuning, Bertabur bintang-bintang.

Suatu Pagi Yang Kejam

Ilustrasi/Net Terbangun di pagi yang dingin, Tanpa membawa mimpi malam itu, Udara dingin melembab di sekujur tubuhku, Menampar kesadaran nurani dan hati, Apa gunanya membuka jendela, Hanya untuk menatap embun yang acuh, Apa gunanya membuka pintu, Hanya untuk merasakan kedinginan, Bahkan matahari enggan muncul, Seakan tak apa jika diri ini mati membeku, Dingin, terlalu dingin,  Menusuk ke setiap sela keinginanku, Pagi ini telah merenggut harap yang elok, Memusnahkan senyum yang hangat, Yang tersisa hanya debu-debu beku, Bersama rindu yang enggan berlalu.

Si Peri Berpipi Bulat

Ilustrasi/NET Tak sengaja bertemu Peri, Bersayap cahaya penuh rahasia, Elok ku dekati, ucapkan sapa, Tanpa disadari tubuhku terbata-bata, Ku cermati lagi indah wajahnya, Berpipi bulat merah merekah, Tampak tak tinggi Si Peri ini, Namun ia lucu hingga ku terpaku, Beribu senyum terlempar oleh ku, Tanpa ku sadari telah ada yang hilang, Ku letakkan tangan diatas dada, Barulah terasa kalau hati ini telah ia sita, Si peri kabur tanpa meninggalkan nama, Tapi entah mengapa diri ini hanya diam saja, Ingin mengejar namun ragu, Mungkin ini masalah waktu, Tetap ku ingat wajah Si Peri, Begitu juga senyum serta pipinya, Kan ku dapat ia ku cari, Kan ku balas ku curi hatinya.

Bukan Untuk Diperlombakan, Berikut Sedikit Ulasan Tentang Jodoh

Sekarang sedang populer kalimat "Menjaga Jodoh Orang",   kalimat ini justru menjadi tidak asing lagi dikalangan para remaja yang sedang melewati masa pubernya atau tak jarang banyak yang menyesal karena telah membuang banyak waktunya untuk menjaga jodoh orang lain. Bagaimana tidak, bukan lagi sedikit di dunia ini orang yang sudah berpacaran dalam jangka waktu yang lama tetapi pasangannya malah menikah dengan orang lain, bahkan ada yang membatalkannya di hari pernikahan. Apabila ia seorang pria tentunya ia sudah mengeluarkan banyak biaya selama berpacaran, kemudian apabila ia seorang wanita tentunya ia sudah membuang banyak waktu untuk orang yang bukan mahramnya dan melakukan hal yang sia-sia yang sebenarnya bisa kita isi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.  Banyak pertanyaan yang muncul apa itu menjaga jodoh orang ?? apakah itu merupakan kata-kata yang perlu di waspadai untuk sebagian pasangan bahwa jangan terlalu berlebihan menganggap seseorang yang telah bersam...

Berikut 4 Jenis Cemburu, Kamu Yang Mana ??

Selamat datang kembali pembaca setia Pencoret Kertas. Kali ini Pencoret Kertas akan membahas tentang sesuatu yang istimewa dan unik, namun tenang saja, kita tidak akan membahas masalah Miyabi yang datang ke Bali, karena meskipun unik dan menarik, hal tersebut tidak lah penting sama sekali. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang pasti pernah terjadi dan dialami oleh setiap umat manusia jaman now, kecuali yang semasa hidup nya tidak pernah pacaran alias Jomblo Mutlak .  Cemburu , yahh, semua orang yang pernah pacaran pasti setidaknya mengalami hal ini satu kali selama menjalani hubungan dengan pasangannya, bahkan mungkin ada yang berkali-kali. Cemburu identik dengan perasaan dongkol yang memberatkan nafas dan menusuk-nusuk relung hati yang paling dalam. Menurut salah satu ahli, L Seno, S.IC (Sarjana Ilmu Cinta) mendefinisikan Cemburu sebagai suatu gejolak setan (dengki, marah, dan ingin balas dendam) yang timbul dari seseorang ketika mengetahui pasangan nya b...