Skip to main content

Berikut 4 Jenis Cemburu, Kamu Yang Mana ??


Selamat datang kembali pembaca setia Pencoret Kertas. Kali ini Pencoret Kertas akan membahas tentang sesuatu yang istimewa dan unik, namun tenang saja, kita tidak akan membahas masalah Miyabi yang datang ke Bali, karena meskipun unik dan menarik, hal tersebut tidak lah penting sama sekali. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang pasti pernah terjadi dan dialami oleh setiap umat manusia jaman now, kecuali yang semasa hidup nya tidak pernah pacaran alias Jomblo Mutlak

Cemburu, yahh, semua orang yang pernah pacaran pasti setidaknya mengalami hal ini satu kali selama menjalani hubungan dengan pasangannya, bahkan mungkin ada yang berkali-kali. Cemburu identik dengan perasaan dongkol yang memberatkan nafas dan menusuk-nusuk relung hati yang paling dalam. Menurut salah satu ahli, L Seno, S.IC (Sarjana Ilmu Cinta) mendefinisikan Cemburu sebagai suatu gejolak setan (dengki, marah, dan ingin balas dendam) yang timbul dari seseorang ketika mengetahui pasangan nya bersikap atau berperilaku baik dan cenderung akrab kepada lawan jenis lain.

Untuk cemburu itu sendiri terbagi-bagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut :

Cemburu Biasa, ini merupakan satu-satunya jenis cemburu yang wajar dan waras, dalam artian masuk ke dalam akal sehat. Jenis cemburu ini sebab dan akibatnya jelas, biasanya disebabkan oleh tingkah laku pasangan yang kerap tidak tahu diri dan kurang mampu menjaga perasaan, sehingga sudah sepantasnya cemburu itu muncul, dan untuk solusi nya cukup beri penjelasan, minta maaf dan perbaiki diri.

Cemburu Buta, merupakan jenis cemburu yang paling tidak masuk akal karena penyebabnya yang abstrak dan sulit diketahui. Jenis cemburu ini bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk penyakit, dan kerap diderita oleh kaum wanita. Cukup mudah untuk mengetahui apakah pasangan anda menderita penyakit cemburu buta atau tidak. Apabila pasangan anda sering tiba-tiba marah, banyak tanya, tidak percaya sama anda, menuduh anda, atau bahkan sesekali menampar anda tanpa sebab, maka waspadalah, itu artinya ia sudah terinfeksi. Saran saya, segeralah bawa pacar anda ke psikiater.

Cemburu Bisu dan Tuli, jenis ini lebih ke bagaimana proses berjalannya kecemburuan. Biasanya si pencemburu akan tiba-tiba menjadi bisu dan tuli. Ketika anda bertanya kenapa ia marah atau cemburu, jangan harap ia akan menjawab atau membalas perkataan anda, karena untuk mendengarkan penjelasan anda pun ia tidak bisa (tidak mau). Hal demikian terjadi karena pencemburu terkena ilusi lalu menganggap pasangan nya adalah malaikat yang mempunyai kemampuan hebat untuk tahu segala hal tanpa perlu penjelasan. Mereka menyebut kemampuan tersebut dengan sebutan Peka/Kepekaan. Cewek : "jadi cowok yang peka dong". 😏

Cemburu Sadis, kategori cemburu yang paling berbahaya. Tingkat kecemburuan yang overprotektif dan diiringi sifat posesif, sehingga terkadang berbicara dengan sesama jenis dan sepupu anda saja ia akan cemburu. Tidak hanya itu, biasanya kalau lagi jarak jauh terus VC-an, si pencemburu akan bilang "coba liat sekeliling..!!! pasti ada cewek lain kan ?? cuma kamu gak tunjukkin ke kamera supaya aku percaya kalau kamu lagi sendirian di kamar, kamu pasti selingkuh..!!! dasar laki-laki licik" terus dimatiin telpon nya sebelum anda sempat nunjukin sekekeling kamar. Nah., untuk kategori cemburu yang ini gak ada obat dan solusinya, hanya ada ada satu saran saya bagi kalian yang punya pasangan pencemburu sadis, yaitu tinggalkan saja dia sambil bilang : "pergi sana...!!! kamu cuma pura-pura cemburu kan ?? supaya aku gak tau kalau kamu lagi selingkuh, dasar wanita licik...!!!"

Oke, Sekian pengetahuan tentang cemburu dari Pencoret Kertas, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber foto : https://soyhomosensual.com/lgbt/que-hace-a-una-relacion-seria/attachment/resize/

Comments

  1. yg terakhir kurang setuju,, karna gk smua cwek sprti itu,, mungkin ia hnya ingin cwoknya peka dan dtg lgsg, gk lewat vc doank

    ReplyDelete
  2. Itu kan ceritanya mereka lagi jarak jauh mbak...😌 Ya hanya bisa vc

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rayuan Seorang Perindu

Bertemu dengan mu menjadikan aku seorang perindu, Realitas waktu tidak lagi berlaku di sekitar kita, Detik-detik, menit-menit, jam-jam, bergulir tak beraturan, Bersama mu adalah keajaiban yang membuat ruang dan waktu menjadi kosong, Anehnya, waktu seolah-olah berhenti, tapi entah mengapa berlalu begitu cepat, Anehnya, kita berada di ruang ramai, tapi entah mengapa terasa hanya berdua, Dua jam berlalu kita duduk bersama, bagi ku terasa seperti dua menit menatap matamu, Dari sekian banyak suara yang berisik, hanya buah bibirmu yang ingin ku dengar, Dari puluhan manusia yang hadir, hanya tangan kecilmu yang berusaha ku genggam, Ketika temu kita telah usai, pisah kita akhirnya dimulai, Ruang dan waktu kembali berulah semena-mena, Waktu terasa lambat berlalu, ruang terasa kosong dan aku rindu padamu.

Aku dan Dunia

Sumber foto : NET Aku membenci dunia, Seperti aku membenci diriku sendiri, Aku merayu dunia untuk merayu ku, Dunia merayu ku untuk mengejarnya, Aku mengejar dunia agar ia menghampiri ku, Ia menghampiri ku agar aku tergila-gila padanya, Dunia tak ingin aku berhenti mengejar,  Padahal sesungguhnya aku yang tak ingin, Mengorbankan kaki dan tangan demi emas, Mengorbankan mata dan telinga demi kekasih, Mengorbankan hati dan nurani demi kasta, Jika aku berhenti dunia ini yang akan mengejar, Jika aku mengejar maka dunia lah yang akan berlari, Sesungguhnya, Aku mencintai dunia, Dengan cara menyakiti diriku sendiri.

Si Peri Berpipi Bulat

Ilustrasi/NET Tak sengaja bertemu Peri, Bersayap cahaya penuh rahasia, Elok ku dekati, ucapkan sapa, Tanpa disadari tubuhku terbata-bata, Ku cermati lagi indah wajahnya, Berpipi bulat merah merekah, Tampak tak tinggi Si Peri ini, Namun ia lucu hingga ku terpaku, Beribu senyum terlempar oleh ku, Tanpa ku sadari telah ada yang hilang, Ku letakkan tangan diatas dada, Barulah terasa kalau hati ini telah ia sita, Si peri kabur tanpa meninggalkan nama, Tapi entah mengapa diri ini hanya diam saja, Ingin mengejar namun ragu, Mungkin ini masalah waktu, Tetap ku ingat wajah Si Peri, Begitu juga senyum serta pipinya, Kan ku dapat ia ku cari, Kan ku balas ku curi hatinya.