Skip to main content

Ragu Untuk Menulis ?? Berikut 4 Tips Mencintai Seni Menulis



 
Menulis adalah seni ? Lebih tepatnya seni kosa kata, kenapa demikian ? Seorang penulis terkadang diremehkan entah menulis itu adalah hobi atau pekerjaan, tak jarang banyak orang berpikir menulis itu hanya buang-buang waktu dan tenaga, tiap orang cenderung lebih suka membaca karya orang lain dibandingkan menciptakan karya itu sendiri.

Menulis di anggap sesuatu yang tidak menarik bagi sebagian orang padahal sebenarnya menulis itu unik. Tidak sembarang orang bisa menulis apa yang mereka baca entah bagi mereka tulisan itu jelek atau bagus tetapi setiap tulisan merupakan hasil dari imajinasi seseorang.

Menjadi seorang penulis itu merupakan pekerjaan yang mulia sebab melalui tulisan yang kita tulis kita bisa membagi dunia kita dengan orang banyak. Selain menulis untuk dibaca orang lain sebuah tulisan tidak jarang bisa menginspirasi orang lain untuk memotivasi hidupnya. Menjadi seorang penulis itu menarik sebab dengan menulis kita bisa berkelana dengan liar melalui pikiran kita yang belum tentu dicapai kebanyakan orang. Seorang penulis bisa menciptakan banyak cerita baru didalam hidupnya ataupun membukukan kehidupan mereka sendiri melalui coretan kertas kosong. Menjadi seorang penulis adalah seni yang mana mereka telah menghasilkan sebuah karya melalui tulisan. Seorang pemusik berinovasi melalui alat musik, seorang pelukis berinovasi melalui warna dan kanvas sedangkan seorang penulis berinovasi melalui kata-kata mereka.

Nah saya ingin membagikan sedikit tips untuk para pecinta seni kata-kata,

Pertama, teruslah berpikir positif bahwa di dunia ini tidak ada hal yang kita lakukan sia-sia tetapi semua butuh proses yang giat.

Kedua, jangan gampang menyerah hanya karena tulisan yang kita tulis ternyata tidak seperti apa yang kita harapkan teruslah percaya diri bahwa suatu saat nanti kita bisa menghasilkan karya yang menarik.

Ketiga,  teruslah mencoba jangan takut gagal dan jangan takut tulisan yang kita buat akan ternilai jelek sebab seseorang yang bisa itu tentu karena mereka telah terbiasa melakukannya.

Keempat, jadilah penyemangat diri sendiri sebab motivasi yang paling besar itu bisa timbul hanya dari kemauan seseorang itu sendiri jika seseorang tidak bisa melawan rasa malasnya tentu motivator terkenal diduniapun tidak akan ada gunanya. 

Jadi? Jangan pernah berhenti untuk menghasilkan karya-karya terbaik yang nantinya kita tidak tau yang mana tulisan kita yang akan menjadi motivasi untuk kehidupan oranglain, ubahlah duniamu dan berbagilah duniamu dengan banyak orang karena berbagi itu menyenangkan..  Semangatt!

Sumber Foto : NET

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rayuan Seorang Perindu

Bertemu dengan mu menjadikan aku seorang perindu, Realitas waktu tidak lagi berlaku di sekitar kita, Detik-detik, menit-menit, jam-jam, bergulir tak beraturan, Bersama mu adalah keajaiban yang membuat ruang dan waktu menjadi kosong, Anehnya, waktu seolah-olah berhenti, tapi entah mengapa berlalu begitu cepat, Anehnya, kita berada di ruang ramai, tapi entah mengapa terasa hanya berdua, Dua jam berlalu kita duduk bersama, bagi ku terasa seperti dua menit menatap matamu, Dari sekian banyak suara yang berisik, hanya buah bibirmu yang ingin ku dengar, Dari puluhan manusia yang hadir, hanya tangan kecilmu yang berusaha ku genggam, Ketika temu kita telah usai, pisah kita akhirnya dimulai, Ruang dan waktu kembali berulah semena-mena, Waktu terasa lambat berlalu, ruang terasa kosong dan aku rindu padamu.

Aku dan Dunia

Sumber foto : NET Aku membenci dunia, Seperti aku membenci diriku sendiri, Aku merayu dunia untuk merayu ku, Dunia merayu ku untuk mengejarnya, Aku mengejar dunia agar ia menghampiri ku, Ia menghampiri ku agar aku tergila-gila padanya, Dunia tak ingin aku berhenti mengejar,  Padahal sesungguhnya aku yang tak ingin, Mengorbankan kaki dan tangan demi emas, Mengorbankan mata dan telinga demi kekasih, Mengorbankan hati dan nurani demi kasta, Jika aku berhenti dunia ini yang akan mengejar, Jika aku mengejar maka dunia lah yang akan berlari, Sesungguhnya, Aku mencintai dunia, Dengan cara menyakiti diriku sendiri.

Si Peri Berpipi Bulat

Ilustrasi/NET Tak sengaja bertemu Peri, Bersayap cahaya penuh rahasia, Elok ku dekati, ucapkan sapa, Tanpa disadari tubuhku terbata-bata, Ku cermati lagi indah wajahnya, Berpipi bulat merah merekah, Tampak tak tinggi Si Peri ini, Namun ia lucu hingga ku terpaku, Beribu senyum terlempar oleh ku, Tanpa ku sadari telah ada yang hilang, Ku letakkan tangan diatas dada, Barulah terasa kalau hati ini telah ia sita, Si peri kabur tanpa meninggalkan nama, Tapi entah mengapa diri ini hanya diam saja, Ingin mengejar namun ragu, Mungkin ini masalah waktu, Tetap ku ingat wajah Si Peri, Begitu juga senyum serta pipinya, Kan ku dapat ia ku cari, Kan ku balas ku curi hatinya.