Skip to main content

Posts

Skema Gerakan Buzzer, Politik Instan Era Digital

Sumber Foto : Net Perpolitikan di Indonesia secara bertahap telah memasuki era baru. Di zaman yang semakin canggih dan serba digital membuat skema gerakan politik mulai berubah. Kebebasan berpendapat juga kian meningkat, dibandingkan dengan zaman dulu, kritikan hanya bisa dilakukan oleh aktivis-aktivis yang nekat. Hanya saja, perubahan zaman selalu diiringi dengan kelebihan dan kekurangan. Kebebasan berpendapat yang diharapkan mempunyai manfaat yang diikuti dengan solusi, malah kebablasan menjadi ujaran-ujaran non empiris tak ber-etika. Sering kita lihat ujaran-ujaran yang bersifat propaganda dengan konten yang penuh akan unsur fitnah dan kebencian bermunculan. Padahal, sejatinya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermoral, toleran, dan punya sikap tenggang rasa yang tinggi. Media sosial merupakan wadah digital paling vital dan marak ditemukan konten-konten ngaur seperti demikian, apa lagi di tahun politik seperti sekarang ini, banyak akun Buzzer yang menjadi subjek g...

Decitan Suara Hyena Di Musim Yang Panas

Ilustrasi (NET) Hyena adalah predator pemangsa yang licik dan pengecut. Jika merasa terancam, ia akan mengeluarkan suara berdecit yang akan memekakkan hewan lain untuk melindungi dirinya sendiri. Tidak jauh beda dengan decitan-decitan kosong tak berisi, yang sering terucap oleh bibir oknum-oknum politisi untuk menaikkan eksistensi ataupun menyerang lawan politiknya. Terkadang decitan itu digunakan untuk menyerang, tidak jarang juga digunakan untuk berkilah. Unik memang, tapi tidak langka. Oknum-oknum politisi terkadang memang terlihat layaknya hyena yang licik dan pengecut, jika punya luka dan mulai tersudutkan, ia akan berdecit tidak karuan, sambil bersembunyi dibalik semak belukar rekayasa dan pembungkaman. Namun jangan salah, oknum-oknum politisi ini juga predator , sama halnya dengan hyena. Ia siap memangsa rakyat awam dan polos untuk diperas , digrogoti lalu ditelantarkan layaknya bangkai . Oknum-oknum politisi yang seperti ini bisa kita sebut sebagai Politisi Hyen...

Nasib Pemburu Ikan Di Lautan Penuh Timah

Ilustrasi (Pencoret Kertas) Jika suatu saat harga ikan mahal, nampaknya sudah sangat wajar. Mungkin nelayan sudah lelah, karena perahu kecil mereka harus balapan dengan kapal besar penghisap timah. Tidak hanya itu, jangan-jangan ikan juga sudah ketakutan, mengira nelayan sudah semakin kejam, biasanya menjerat dengan jala dan kail, kini menghisap dengan mesin. Tak hanya tertangkap, rumah ikan-ikan pun bisa ikut rusak. Ngeri .., kata ikan-ikan jika mereka bisa berbicara. Namun, apa daya, laut yang cukup luas untuk nelayan berburu ikan kini harus dibagi dengan penambang yang berburu timah di tempat yang sama. Kita berharap saja, semoga buruan mereka tidak ikut tertukar, penambang menghisap ikan, nelayan menjala timah. Haha , kalau itu terjadi akan ada menu baru, Timah Goreng Asam Manis . Ada yang mau ?? Hanya saja, setelah dipikir-pikir kembali, kondisi ini ternyata tidak menguntungkan para nelayan, karena takut dengan mesin penghisap, ikan mereka jadi cabut  ke tempat la...

Harga Sebutir Nasi Di Negeri Yang Membasi

Demi sebutir nasi, Saudara saling tikam, Darah berlumuran, Tega putus hubungan, Demi sebutir nasi, Kawan bagai lawan, Harap tolong menolong, Malah hancur menghancurkan, Demi sebutir nasi, Rakyat mengemis, Menjerit tangis, Meski raja tak menggubris, Demi sebutir nasi, Kaum intelektual menjilat, Media bungkam, Bangsa terburai, Demi sebutir nasi, Harga diri hilang, Tamak bermunculan, Hilang kemanusiaan, Awalnya demi sebutir nasi, Kemudian jadi sesuap nasi, Lalu jadi sebakul nasi, Akhirnya tertumpuk nasi, Hanya gara-gara sebutir nasi, Negeri ini menjadi kian basi. Muntok, 19 November Pencoret Kertas

Hari Ayah Yang Membingungkan

Ini hari ayah yah ?? Sepertinya aku lupa, Seperti apa sih hari ayah ?? Aku tak pernah merayakan, Ayah itu seperti apa ?? Apakah sama seperti ibu ?? Bisakah kau jelaskan ?? Bantu aku memahami nya, Kalau hari ayah biasanya ngapain ?? Pergi liburan bersama ayah ya ?? Aku bingung, Kok kalian tahu ?? Aku bingung, Kok kalian punya ?? Aku tak tau caranya, Tolong ajari aku, Aku tak tahu rasanya, Bisakah berikan aku satu ?? Aku juga mau tau caranya, Aku juga mau tau rasanya, Seperti apa punya ayah, Seberapa istimewa hari ayah. Sumber Foto : NET

Bukan Untuk Diperlombakan, Berikut Sedikit Ulasan Tentang Jodoh

Sekarang sedang populer kalimat "Menjaga Jodoh Orang",   kalimat ini justru menjadi tidak asing lagi dikalangan para remaja yang sedang melewati masa pubernya atau tak jarang banyak yang menyesal karena telah membuang banyak waktunya untuk menjaga jodoh orang lain. Bagaimana tidak, bukan lagi sedikit di dunia ini orang yang sudah berpacaran dalam jangka waktu yang lama tetapi pasangannya malah menikah dengan orang lain, bahkan ada yang membatalkannya di hari pernikahan. Apabila ia seorang pria tentunya ia sudah mengeluarkan banyak biaya selama berpacaran, kemudian apabila ia seorang wanita tentunya ia sudah membuang banyak waktu untuk orang yang bukan mahramnya dan melakukan hal yang sia-sia yang sebenarnya bisa kita isi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.  Banyak pertanyaan yang muncul apa itu menjaga jodoh orang ?? apakah itu merupakan kata-kata yang perlu di waspadai untuk sebagian pasangan bahwa jangan terlalu berlebihan menganggap seseorang yang telah bersam...

Berikut 4 Jenis Cemburu, Kamu Yang Mana ??

Selamat datang kembali pembaca setia Pencoret Kertas. Kali ini Pencoret Kertas akan membahas tentang sesuatu yang istimewa dan unik, namun tenang saja, kita tidak akan membahas masalah Miyabi yang datang ke Bali, karena meskipun unik dan menarik, hal tersebut tidak lah penting sama sekali. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang pasti pernah terjadi dan dialami oleh setiap umat manusia jaman now, kecuali yang semasa hidup nya tidak pernah pacaran alias Jomblo Mutlak .  Cemburu , yahh, semua orang yang pernah pacaran pasti setidaknya mengalami hal ini satu kali selama menjalani hubungan dengan pasangannya, bahkan mungkin ada yang berkali-kali. Cemburu identik dengan perasaan dongkol yang memberatkan nafas dan menusuk-nusuk relung hati yang paling dalam. Menurut salah satu ahli, L Seno, S.IC (Sarjana Ilmu Cinta) mendefinisikan Cemburu sebagai suatu gejolak setan (dengki, marah, dan ingin balas dendam) yang timbul dari seseorang ketika mengetahui pasangan nya b...