Skip to main content

Posts

Rayuan Seorang Perindu

Bertemu dengan mu menjadikan aku seorang perindu, Realitas waktu tidak lagi berlaku di sekitar kita, Detik-detik, menit-menit, jam-jam, bergulir tak beraturan, Bersama mu adalah keajaiban yang membuat ruang dan waktu menjadi kosong, Anehnya, waktu seolah-olah berhenti, tapi entah mengapa berlalu begitu cepat, Anehnya, kita berada di ruang ramai, tapi entah mengapa terasa hanya berdua, Dua jam berlalu kita duduk bersama, bagi ku terasa seperti dua menit menatap matamu, Dari sekian banyak suara yang berisik, hanya buah bibirmu yang ingin ku dengar, Dari puluhan manusia yang hadir, hanya tangan kecilmu yang berusaha ku genggam, Ketika temu kita telah usai, pisah kita akhirnya dimulai, Ruang dan waktu kembali berulah semena-mena, Waktu terasa lambat berlalu, ruang terasa kosong dan aku rindu padamu.

Anjing-anjing Buta

Sumber Foto : Net Sering bertemu banyak anjing, Tapi uniknya, mereka semua buta. Meski buta, anjing-anjing ini beraktivitas seperti biasa, Menggonggong dan menjilat agar dapat makanan. Ada yang dipelihara oleh seorang majikan, Jinak, menjilat jika lapar, menggonggong ketika diperintahkan. Ada juga yang liar, tak dipelihara bukan karena tak jinak, Tapi badannya kotor dan berpenyakitan Tentunya tak dapat diandalkan. Hewan-hewan ini buta, Mereka tak melihat apa-apa kecuali tulang dan majikannya, Duduk tampak bodoh sembari menunggu diperintahkan. Mereka juga tak bisa melihat hewan-hewan lain yang kesulitan, Jika ada ayam mati kelaparan di depannya, mereka hanya mengendus, Jika ada sapi yang terjebak di lubang mereka hanya menggaruk-garuk leher. Memang, sesungguhnya mereka itu buta dan anjing.

Aku dan Dunia

Sumber foto : NET Aku membenci dunia, Seperti aku membenci diriku sendiri, Aku merayu dunia untuk merayu ku, Dunia merayu ku untuk mengejarnya, Aku mengejar dunia agar ia menghampiri ku, Ia menghampiri ku agar aku tergila-gila padanya, Dunia tak ingin aku berhenti mengejar,  Padahal sesungguhnya aku yang tak ingin, Mengorbankan kaki dan tangan demi emas, Mengorbankan mata dan telinga demi kekasih, Mengorbankan hati dan nurani demi kasta, Jika aku berhenti dunia ini yang akan mengejar, Jika aku mengejar maka dunia lah yang akan berlari, Sesungguhnya, Aku mencintai dunia, Dengan cara menyakiti diriku sendiri.

Aku, Kau, Kita, Mereka, Kalian dan Binatang

Sumber foto : Net Wahai aku,  Kesusahan dan kerusakan diriku kau acuhkan, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Penuh harta tertanam dalam tubuhku, Namun kau kuras dan sia-siakan sendirian, Padahal aku adalah kau. Wahai aku, Mengapa tubuhmu bukan milikku, tapi mereka, Padahal aku adalah kau, kau adalah aku. Wahai aku,  Mengapa tubuh ini hanya dinikmati oleh kau, Bukan kita, bahkan mereka. Padahal aku dan kau adalah kita, bukan mereka juga kalian. Mengapa demikian wahai aku, Apa karena aku hanya sebagian kecil dari kita, Sehingga aku dan kau terpaut jauh perlakuan dan hajatnya. Padahal kau dan aku adalah kita,  Meski berbeda tetap satu. Wahai aku, Kau terlalu rakus, egois dan sadis. Kau makan tubuh ini sendirian, Kau juga biarkan mereka menjamahnya, Kau jual untuk kepuasan sendiri, Tanpa pernah memikirkan kita. Kata apa yang pantas ku tujukan padamu wahai aku, Bahkan binatang pun tak pernah menggerogoti tubuhnya sendiri, Memperkosa tubuhnya sendiri. Memikirkan kau wahai aku, ...

Negeriku yang Hebat

Sepri Sumartono Hanya di Negeriku, kekayaan bisa dibagi-bagi, Sumber daya alam tak kami keruk sendiri, Sungguh baik, Pemimpin kami ajak bangsa lain, Bersama-sama nikmati hasil, Tak serakah bukan ?? Hanya di Negeriku, Pemandangannya sangat indah, Ada aneka ragam dusta, Yang selalu mewarnai fakta, Negeri kami punya kue khas, Yang dilestarikan turun temurun, Namanya korupsi, kolusi dan nepotisme, Yang sering dibagi-bagi, Bahkan terkadang jadi rebutan, Kami juga punya karnaval musiman, Yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali, Ada dagelan dan pameran wayang, Tapi sayang, karcisnya terlalu mahal, Datang lah ke Negeriku ini, Ku pastikan kau tak akan merugi, Bahkan harta kami bisa kau bawa pergi, Tanpa perlu banyak basa-basi, Jika kau sudah tahu, Jika kau sudah terhibur, Jika kau sudah bisa simpulkan, Ini negeri yang hebat bukan ??

Raja di Tanah Demokrasi

Sumber : NET Ia Sang Raja di tanah demokrasi, Memimpin dengan gaya monarki, Antikritik dan mudah membenci, Selalu ingin berkuasa sendiri, Jangan sampaikan saran kepada nya, Kata kan saja kebijakannya sudah baik, Jangan pula kau kritisi dia, Sebut saja ia pemimpin yang sempurna, Semua yang mengkritik akan dicap penjahat, Semua yang memuji akan dianggap pahlawan, Lalu pilah-pilih masyarakat dan kelompok, Kemudian atur dan siasati, Agar nanti berkuasa lagi, Bagi raja, 5 tahun tidak lah cukup, Kuasai satu tidak lah puas, Biar lah ia ambil semuanya, Hingga mati bersama tahta, Raja di tanah demokrasi, Tidak melayani, tapi perintah, Tidak kenal mitra, tapi pesuruh, Tidak punya rakyat tapi jelata.

Ahli Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Ujung Tombak Penanggulangan Corona

Sumber : Net Opini. Tidak hanya Dokter dan Perawat, Tenaga Kesehatan Masyarakat juga harus ambil andil dalam penanggulangan Pandemi Corona di daerah masing-masing.  Hanya memfokuskan pelayanan kesehatan ditingkat medis atau pengobatan dan rehabilitasi akan membuat masalah ini menjadi bom waktu yang siap meledak kapan pun. Hal tersebut bisa terjadi karena rantai penyebaran virus yang tidak terhenti secara signifikan dan masif, sedangkan korban terus bertambah dan alat-alat medis dan Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit terus berkurang. Hal berbeda akan terjadi apabila Tenaga Kesehatan Masyarakat juga difokuskan untuk bekerja memutuskan rantai penyebaran Virus Covid-19 ini. Tenaga Kesehatan Masyarakat tentu akan fokus pada tahap Promosi Kesehatan dan Upaya Preventif. Salah satu contoh upaya Promosi Kesehatan adalah pemberian informasi seputar Virus Covid-19 kepada masyarakat agar mereka lebih paham dan mengerti akan bahaya dan cepatnya penularan Vir...

Memandang Wartawan Sebagai Profesi Yang Berkelas

Sumber Foto : NET Bagi wartawan yang mecintai pekerjaannya pasti menganggap kegiatan jurnalistik tersebut sebagai suatu profesi, bukan hanya sekedar cara untuk mencari uang atau keuntungan saja. Mengapa anggapan istilah profesi dan “hanya sekedar kegiatan mencari uang saja” itu berbeda ?? karena kalau hanya sekedar melaksanakan sebuah kegiatan mencari uang saja, siapa pun bisa melakukannya dengan ada atau tidaknya kompetensi yang dimiliki. Berbeda dengan sebuah profesi, yang dimana setiap orang yang menekuninya dituntut agar mempunyai keterampilan, wawasan dan kompetensi tertentu. Tentunya setiap profesi membutuhkan kompetensi yang berbeda-beda, contoh saja seperti dokter yang harus mempunyai beberapa kompetensi medis agar memberikan pelayanan atau jasa kuratif dan rehabilitatif yang baik. Bayangkan jika seorang dokter ternyata tidak memiliki kompetensi medis yang memumpuni dibiarkan untuk mengobati pasien, apa yang akan terjadi ?? bisa saja nyawa pasien menjadi korban, maka dari...

Ingat Aku !!!!

Tak bisa ku bayangkan jika aku harus kehilangan mu, Betapa tertusuk hatiku kehilangan sebagian nafasku, Dirimu bukanlah kekasih yang menempati relung hatiku, Tapi dirimu adalah arti dari sebuah persahabatan yang indah, Jika tidak ada dirimu yang selama ini memapah langkah rapuhku, Mungkin sudah lama raga ini terjatuh hingga melumpuh, Jika tidak ada dirimu yang memegang pundakku, Mungkin sudah lama aku hilang tertelan kelam, Namun apa daya raga dan jiwa yang hanya bermakna sahabat ini, Tidak mungkin melarang mu menggapai kebahagiaan yang hakiki, Ingin seka l i saja aku menjadi manusia egois lalu memenjarakan mu, Dan menjadikan dunia ini hanya tentang kita saja, kita berlima, Jika nanti waktu mu telah tiba, Jangan pernah menangis, Berbahagia lah demi kami, Kami ingin melihat mu tersenyum, Menari indah bersama romeo yang kau pilih, Mungkin sudah cukup aku menemani mu, Dari abu-abu hingga kau membiru, Lalu biarkan aku menjadi kenangan indah, Waktu diri...

Bajingan Egois

Sumber Foto : Net Aku adalah manusia egois, Apa pun itu asalkan menyenangkan ku, Apa pun itu asalkan demi diriku, Apa pun itu asalkan karena aku, Aku adalah manusia egois, Tidak peduli apa yang orang rasakan, Tidak peduli apa yang orang inginkan, Tidak peduli apa yang orang butuhkan, Aku adalah manusia egois, Apa pun itu hanya untuk ku, Kapan pun itu harus ada aku, Bagaimana pun itu harus dengan caraku, Aku adalah manusia egois, Tidak peduli orang lain, Tidak peduli apa yang terjadi, Tidak peduli apa-apa, Yang penting hanya lah aku, Yang penting adalah keinginanku, Semuanya tentang kehendak ku, Hanya diriku, saya dan daku.

Puisi Terindah

Sumber foto : NET Engkau, Adalah kata-kataku, Yang selalu terucap di setiap hembus nafasku, Engkau, Adalah bait-baitku, Yang terangkai indah di setiap detikku, Engkau, Adalah syair-syairku, Yang selalu menggoda ku untuk merindu, Engkau, Adalah puisi-puisiku, Yang selalu menjadi warna di setiap detakan jantungku, Engkau, Mengukir kalimat bahagia di secarik kertas kosong, Yang selama ini kotor tertutupi debu, Memang, Tidak ada kata sesering namamu, Tidak ada bait sekaya hatimu, Tidak ada syair sehangat hadirmu, Tidak ada puisi seindah dirimu.

Gerimis di Sore Itu

Sumber : NET Gerimis seringkali membawa kegelisahan, Datang bersama hujan memicu kegundahan, Mengguyur kembali luka yang pernah terasa, Dengan seketika mengunci tawa, Kali pertama dalam hidupku, Gerimis tak tampak kelabu, Kali ini ia datang melukis hariku, Menjadi warna merah muda dan biru, Dibawah dua pohon yang tak rimbun, Tampak matahari mulai tak benderang, Sayup-sayup mata mulai tertuntun, Terlelap dan terpikat rasa tenang, Bahkan dinginnya angin laut dibawah awan mendung, Sekejap hilang diterpa hangatnya detakan jantung, Betapa sungguh terasa beda terpukau kenyamanan, Kala menikmati gerimis di sore itu, Sayangnya rintik gerimis kini mulai mengusik, Dan petang pun mulai menghilang, Langit gelap mulai berbisik-bisik, Hingga waktu mengusir pulang.

Momentum Pragmatis Menuju Kabinet Pasca Pesta Demokrasi

Sumber : NET Pemungutan suara telah usai, tahapan Pemilu tahun 2019 sedang dalam proses pemuktahiran data suara dan menunggu hasil dari KPU untuk menyatakan secara resmi siapa yang akan menjadi orang nomor satu di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Tentunya momentum ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh setiap partai dari masing-masing kubu apabila jagoan yang diusung menjadi pemenang. Mulai dari kursi menteri, jabatan-jabatan strategis hingga posisi-posisi pelengkap kabinet sekalipun tidak akan luput dari negosiasi dan lobi-lobi politis agar bisa diambil alih. Hal tersebut tentu merupakan hal yang wajar, mengingat selama berbulan-bulan panjang partai pengusung telah berjuang mati-matian agar jagoannya menang. Maka, sesuatu yang lumrah dalam politik apabila partai yang tergabung dalam tim kampanye ini meminta imbalan dan memanfaatkannya menjadi suatu momentum pragmatis. Hanya saja, yang berkemungkinan memanfaatkan momentum Pragmatis ini bukan hanya part...

Cinta Pertamaku

Sumber : Net Aku jatuh cinta, Pada suasana hangat, Berlumuran tawa ceria, Aku jatuh cinta, Pada elok santun kita, Ketika bersama menggenggam ilmu, Aku jatuh cinta, Pada jatuh bangun kita, Saat bersimbah darah bercucur keringat, Engkau jalanku, Menempuh tujuan, Menggapai angan, Engkau rumahku, Tempat mengasah akal, Merakit mental, Engkau bajuku, Citra diriku, Wujud dan rupaku, Engkau cinta pertamaku, Perisai biru kuning, Bertabur bintang-bintang.

Tangan Kecil Tak Berdaya

Sumber : NET Air mata ini terus menetes, Jatuh mengalir membentuk luka, Tak sanggup ku bendung, Pedih teramat perih mencabik-cabik, Tak pernah kering air mata ini, Ketika melihat dirimu kesulitan, Pasrah akan kehidupanmu, Berjuang untuk bahagiamu, Maaf, maafkan diri ini, Hanya punya tangan kecil, Yang tak berdaya menarik deritamu, Tak berdaya mengulurkan senyum, Hanya bisa melihat dan menangis, Berharap dan menunggu, Berjuang dengan caraku, Untuk kebahagiaanmu nanti, Bertahanlah ibu, Doakan aku di setiap sujudmu.

Kisah Gemerlap Tengah Malam

Sumber : Net Mendayu-dayu tutur katanya, Melenggak-lenggok tubuhnya, Ia buka seluas mungkin, Hasrat tubuh menggiurkan, Mahkota itu ia pajang, Dengan sengaja ia suguhi, Agar para bajingan datang, Menjamah tubuh yang merintih, Bajingan itu sungguh bengis, Merenggut nilai dengan nominal, Ia pun tak berdaya, Demi nominal menjadi binal, Bajingan tertawa lemas, Merasa puas bak binatang, Tanpa sadar tanpa tahu, Ia pun hina tak bernilai, Siapa pun bisa melihat, Kisah gemerlap tengah malam, Di sebuah gedung dan ruang, Berisi hasrat para bajingan.

Suatu Pagi Yang Kejam

Ilustrasi/Net Terbangun di pagi yang dingin, Tanpa membawa mimpi malam itu, Udara dingin melembab di sekujur tubuhku, Menampar kesadaran nurani dan hati, Apa gunanya membuka jendela, Hanya untuk menatap embun yang acuh, Apa gunanya membuka pintu, Hanya untuk merasakan kedinginan, Bahkan matahari enggan muncul, Seakan tak apa jika diri ini mati membeku, Dingin, terlalu dingin,  Menusuk ke setiap sela keinginanku, Pagi ini telah merenggut harap yang elok, Memusnahkan senyum yang hangat, Yang tersisa hanya debu-debu beku, Bersama rindu yang enggan berlalu.

Si Peri Berpipi Bulat

Ilustrasi/NET Tak sengaja bertemu Peri, Bersayap cahaya penuh rahasia, Elok ku dekati, ucapkan sapa, Tanpa disadari tubuhku terbata-bata, Ku cermati lagi indah wajahnya, Berpipi bulat merah merekah, Tampak tak tinggi Si Peri ini, Namun ia lucu hingga ku terpaku, Beribu senyum terlempar oleh ku, Tanpa ku sadari telah ada yang hilang, Ku letakkan tangan diatas dada, Barulah terasa kalau hati ini telah ia sita, Si peri kabur tanpa meninggalkan nama, Tapi entah mengapa diri ini hanya diam saja, Ingin mengejar namun ragu, Mungkin ini masalah waktu, Tetap ku ingat wajah Si Peri, Begitu juga senyum serta pipinya, Kan ku dapat ia ku cari, Kan ku balas ku curi hatinya.

Memandang Sisi Negatif Perayaan Tahun Baru, Benarkah ??

Ilustrasi/NET Perayaan Tahun Baru memang sangat seru. Hanya pada saat momen-momen seperti tahun baru kita bisa melakukan pembakaran masal dan tidak dikenakan pidana. Yah, karena yang dibakar adalah makanan sepeti ayam, jagung dan ikan, bukan mantan, kalau yang dibakar mantan tentu saja akan dipidana, sebab meskipun tidak punya hati, mantan juga dikategorikan sebagai manusia/orang yang dilindungi oleh hukum. Fenomena perayaan tahun baru tentu mempunyai sisi positif dan negatif. Untuk kali ini Pencoret Kertas akan mencoba menggambarkan sisi negatif pada perayaan tahun baru yang beberapa tahun belakangan ini Author Pencoret Kertas merasa malas untuk merayakannya. Pencoret Kertas akan jelaskan secara subjektif alasan mengapa enggan merayakan malam tahun baru ini. Dulu Author Pencoret Kertas saat berada di usia remaja antara umur 15-18 tahun merupakan salah satu orang yang paling antusias saat menyambut tahun baru. Segala persiapan tahun baru bahkan sudah direncanakan tiga hari...

Skema Gerakan Buzzer, Politik Instan Era Digital

Sumber Foto : Net Perpolitikan di Indonesia secara bertahap telah memasuki era baru. Di zaman yang semakin canggih dan serba digital membuat skema gerakan politik mulai berubah. Kebebasan berpendapat juga kian meningkat, dibandingkan dengan zaman dulu, kritikan hanya bisa dilakukan oleh aktivis-aktivis yang nekat. Hanya saja, perubahan zaman selalu diiringi dengan kelebihan dan kekurangan. Kebebasan berpendapat yang diharapkan mempunyai manfaat yang diikuti dengan solusi, malah kebablasan menjadi ujaran-ujaran non empiris tak ber-etika. Sering kita lihat ujaran-ujaran yang bersifat propaganda dengan konten yang penuh akan unsur fitnah dan kebencian bermunculan. Padahal, sejatinya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermoral, toleran, dan punya sikap tenggang rasa yang tinggi. Media sosial merupakan wadah digital paling vital dan marak ditemukan konten-konten ngaur seperti demikian, apa lagi di tahun politik seperti sekarang ini, banyak akun Buzzer yang menjadi subjek g...